Lambaian Tangan Terakhir Djarot di Balai Kota

By | 14th October 2017

cerita sex Jumat, 13 Oktober 2017 menjadi hari terakhir Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berkantor di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Namun, tak ada alasan bagi Djarot untuk bersantai atau mengendorkan aktivitas. Masih ada kegiatan yang menantinya, baik di Balai Kota maupun di luar kantor.

Djarot keluar dari rumah dinas gubernur di Jalan Taman Suropati 7, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 07.40 WIB. Menumpangi Toyota Land Cruiser, Djarot didampingi sang istri, Happy Farida, meninggalkan rumah dinas diikuti dua mobil ajudan. Tak ketinggalan dua sepeda motor dari Dinas Perhubungan DKI yang mengawal di depan dan belakang rombongan.

Agenda pertama pagi ini adalah menuju Kompleks Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, untuk meresmikan RPTRA KKO. Selain itu, Djarot juga akan menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja, serta serah terima peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Usai mengikuti kedua agenda itu, selesai pula kegiatan Djarot di luar kantor. Peresmian RPTRA KKO menjadi penanda selesainya tugas resmi Djarot sebagai Gubenur DKI sejak mulai bertugas sebagai Plt Gubernur pada Rabu, 10 Mei 2017 dan dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis, 15 Juni 2017 di Istana Negara, Jakarta.

“Ini agenda kita yang terakhir, dan Jumat ini saya akan selesaikan semua surat yang perlu keputusan segera. Hari ini, kami selesaikan semua surat, sehingga tidak ada lagi tanggungan. Saya perintahkan hari Sabtu sama Minggu bersih, tidak ada lagi (disposisi surat),” kata Djarot di kawasan Cilandak, Jumat siang. cerita sex

Rencananya, usai dari Cilandak, mantan Wali Kota Blitar itu akan menuju Balai Kota untuk membereskan dokumen serta melaksanakan salat Jumat. Yang jelas, Djarot yakin tak akan bisa konsentrasi bekerja di Balai Kota pada hari terakhir ini.

“Saya yakin di kantor banyak sekali orang. Mungkin habis salat Jumat itu saya minta ajudan bawa saja pulang, berapa koper bawa pulang. Sebab kalau di kantor itu maaf enggak bisa terus ya, kadang ada tamu, ada foto-foto. Saya minta rapikan, habis salat Jumat beresin semuanya,” ucap dia.

Benar saja, ketika Djarot tiba di Balai Kota sekitar pukul 10.30 WIB, puluhan warga telah menunggu sejak pagi. Namun, Djarot memutuskan untuk masuk ke ruang kerjanya membereskan berbagai dokumen. Lama berada di ruang kerjanya, dia kemudian terlihat keluar untuk menunaikan salat Jumat.

Sementara itu, di depan Balai Kota Jakarta, puluhan warga yang sudah datang sejak pagi tetap tak beranjak. Mereka menunggu Djarot di hari terakhirnya bekerja di Balai Kota.

“Mau foto dengan Pak Djarot dan wisata bunga-bunga,” kata Setiawati, warga Kedoya, Jakarta Barat, saat ditanyakan tujuannya ke Balai Kota.

Keinginan Setiawati dan warga lain akhirnya terpenuhi ketika usai salat Jumat, terlihat di selasar Balai Kota ada pergerakan mobil dinas Djarot. Langsung saja mereka mengerubungi politikus PDIP itu untuk berfoto bersama sekaligus mengucapkan terima kasih.

“Barakallah, terima kasih atas semuanya, sukses ya, Pak,” ujar warga yang umumnya para ibu itu.

“Terima kasih, terima kasih,” ucap Djarot sambil menyalami mereka satu per satu.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Djarot menaiki mobil dinas. Diiringi lambaian tangan warga, Djarot yang membuka kaca mobil membalas lambaian itu dan berlalu dari pelataran Balai Kota Jakarta menuju rumah dinas.

Menjelang petang, Balai Kota Jakarta makin sepi dari kerumunan warga. Yang bertahan hanya deretan ratusan karangan bunga ucapan perpisahan dan terima kasih untuk Djarot yang berdatangan sejak awal pekan lalu.

Sabtu, 14 Oktober 2017, Djarot masih akan datang ke Balai Kota, Namun, dia tak akan lagi masuk ke ruang kerja, karena tugas resminya sebagai Gubernur sudah berakhir. Sabtu pagi adalah acara perpisahan. Djarot akan dilepas secara resmi dan menaiki kereta kencana saat meninggalkan Balai Kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *